Sabtu, 23 November 2013

Saat Sampah Mengotori Rinjani

  • Minggu, 24 November 2013 | 07:20 WIB
Danau Segara Anak dilhat dari puncak Gunung Rinjani di ketinggian 3.726 m. Rinjani merupakan bagian dari Gunung Samalas yang meletus hingga melumpuhkan dunia pada tahun 1257. Superletusan mengakibatkan terbentuknya kaldera dan Danau Segara Anak. | KOMPAS IMAGES / FIKRIA HIDAYAT
KOMPAS.com - Pada Oktober lalu, Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, ditetapkan pemerintah sebagai Geopark Nasional. Sayangnya, meskipun sudah berstatus Taman Geologi, Rinjani terus dikotori oleh tumpukan sampah yang membuat pemandangan tak hanya tak sedap, tetapi juga merusak lingkungan.
”Saya selalu ditanya oleh para wisatawan, kenapa kawasan Gunung Rinjani ini kotor dan penuh sampah,” kata Amin, pemandu wisata, Desa Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, baru-baru ini, saat ditemui tengah mengawal beberapa bule mendaki gunung setinggi 3.726 meter di atas permukaan laut (dpl) itu.
Menurut Amin, sebenarnya pihaknya bersama sejumlah warga di sekitar Gunung Rinjani rutin membersihkan Gunung Rinjani dari sebaran dan tumpukan sampah. ”Namun, beginilah kenyataannya. Setelah dibersihkan, sampah menyebar dan bertumpuk lagi,” ujarnya, seraya mengalihkan pembicaraan ke topik lain saat seorang bule ikut nimbrung mempersoalkan sampah.
Bagi Amin, sampah yang mengotori kawasan Gunung Rinjani tidak hanya menjadi persoalan utama bagi keindahan dan kebersihan lingkungan, tetapi juga kenyamanan pendaki yang notabene adalah ”sumber” kehidupannya.
Rudy, turis lokal asal Jakarta yang belum lama mendaki Rinjani, juga menyayangkan Rinjani penuh sampah. ”Pemandangannya asyik, tetapi jangan lupa, ya, Rinjani dibersihkan dari sampah,” katanya.
Sejak Agustus lalu, siapa pun tamu yang akan menikmati keindahan dari pintu masuk sebelah timur (Desa Sembalun) dan barat (Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara), pasti akan menemukan sampah yang menyebar dan adakalanya bertumpuk di tepi jalan setapak atau sudut-sudut Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Sampah itu beragam jenisnya, seperti kantong plastik, kaleng, botol kaca, serta wadah minuman air mineral dan penyegar lainnya. Bahkan, celakanya, termasuk kotoran manusia! ”Dari
kejauhan, sampah yang beragam jenis dan warnanya itu menyerupai pelangi jika diterpa cahaya matahari,” kata Amin.
Sebaran dan tumpukan sampah bisa ditemukan di Pelawangan Senaru, Pelawangan Sembalun, pos 3 pendakian, Danau Segara Anak, dan kaldera Gunung Rinjani yang merupakan tempat-tempat pendaki beristirahat dan menginap sebelum mendaki puncak gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia itu setelah Gunung Kerinci (3.805 meter dpl) di Sumatera Barat.
Kotor dan tak sedapnya Rinjani juga dikomentari Sumatim, anggota staf dari Rinjani Track Management Board (RTMB), lembaga yang pernah mengelola TNGR dan menyediakan keperluan pendakian, seperti jasa pemandu dan tenaga porter. RTMB ada di Desa Senaru dan Desa Sembalun.
”Saat ini, jika ke Rinjani, selain melihat panorama alamnya, pendaki juga bakal disuguhkan pemandangan sampah yang menggunung,” katanya.
Persoalan rumit
Ya, sampah yang menggunung di kawasan taman geologi ini kini memang sudah menjadi persoalan rumit.
Setidaknya, sejak Agustus lalu setelah TNGR menghentikan kerja sama dengan RTMB. Sejak itu, tidak ada lagi yang membersihkan sampah di TNGR. Sebab, selama ini yang membersihkan sampah adalah RTMB.
Menurut Kepala TNGR Agus Budiono, untuk sementara, kerja sama dengan RTMB dihentikan sambil menunggu kesepakatan baru dengan RTMB yang sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2010 tentang Pengusahaan Pariwisata Alam di Suaka Margasatwa, Taman Nasional, Taman Hutan Raya, dan Taman Wisata Alam. Maklum, kerja sama dengan RTMB terjadi sejak tahun 2003.
Namun, dari pantauan Kompas, penghentian kerja sama juga karena adanya ancaman dari kelompok warga lainnya yang juga menuntut pengelolaan TNGR selain RTMB. Bahkan, kelompok itu juga mengancam akan merusak fasilitas TNGR jika tak dilibatkan.
Selama ini, sesuai dengan kesepakatan, RTMB diberikan kewenangan ikut menjual tiket masuk bagi pendaki Gunung Rinjani sebesar Rp 130.000 per orang. Menurut Asmini, anggota staf lain di RTMB, dari tarif tiket masuk itu, 20 persen diberikan kepada Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara. Sebanyak 80 persennya untuk pengelolaan TNGR, termasuk biaya pengambilan dan pembuangan sampah tiga kali sebulan.
RTMB, misalnya, menyediakan upah Rp 4,2 juta hingga Rp 4,5 juta bagi 10-15 warga yang ditugasi membersihkan sampah. RTMB juga menampung dan membeli sampah yang dipungut senilai Rp 20.000 per kilogram (kg) untuk kaleng dan botol kaca, sampah plastik Rp 25.000 per kg. Bekas sarung dan celana yang dibuang di kawasan itu dibeli Rp 15.000 per kg. Sampah itu kemudian dijual RTMB kepada pemulung.
Namun, sejak RTMB dihentikan, pungutan masuk ke Rinjani digantikan TNGR dengan tarif yang lebih murah, yaitu Rp 20.000 per tamu. Tentu dengan tarif sebesar itu mana mungkin ada dana untuk memungut dan membuang sampah. ”Jangankan setahun, sebulan saja tidak dibersihkan sampahnya. Saya yakin, kawasan Rinjani ibarat tempat pembuangan akhir beragam sampah,” ujar Diralam, Kepala Desa Sembalun.
Tentu sambil menunggu persoalannya diselesaikan, pengunjung pun harus ikut menjaga kebersihan Rinjani.

Banyak Anak-anak Ikut Sosialisasi Parpol

  • Penulis :
  • Deytri Robekka Aritonang
  • Minggu, 24 November 2013 | 09:01 WIB
KPU menggelar Senam Sehat Pemilu di Silang Monas, Jakarta Pusat, Minggu (24/11/2013) pagi. | Deytri Robekka Aritonang
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) melarang mobilisasi anak pada kampanye pemilu. Namun, banyak anak-anak yang dikerahkan oleh parpol dan calon anggota legislatif (caleg) dalam acara Senam Sehat Pemilu di Silang Monas, Jakarta Pusat, Minggu (24/11/2013) pagi. Acara tersebut merupakan sosialisasi pemilu yang difasilitasi KPU.
Rina (13), salah satu anak yang dilibatkan dalam acara itu. Ia mengaku diajak kakaknya untuk ikut. Rina datang menggunakan kaos caleg DPRD DKI Jakarta dari Partai Persatuan Pembangunan Rendika D Harsono. Pada kaos tersebut terpampang gambar foto Rendika lengkap dengan nomor urutnya dan tulisan "coblos".
Agar mau ikut, Rina dijanjikan sejumlah uang. "Diajak kakak, katanya nanti dikasih uang. Tapi enggak tahu berapa, belum dikasih," katanya.
Hal senada dikatakan Dafa (10). Siswa kelas 3 sekolah dasar itu datang dari rumahnya di Manggarai, Jakarta Selatan karena diajak ibunya.
Santi (28) yang membawa putrinya, Hana (14), membantah sengaja mengajak anak pada acara sosialisasi itu. Menurutnya, anaknya yang memaksa ikut. "Dia nangis-nangis minta ikut," kata Santi.
Komisioner KPU Arief Budiman mengatakan, meski peserta sosialisasi itu menggunakan kaos caleg, acara tersebut bukan kampanye parpol. Meski demikian, pihaknya akan mengigatkan parpol agar tidak melibatkan anak pada kampanye pemilu.
Komisioner KPU Sigit Pamungkas mengatakan, acara tersebut bukan ajang kampanye melainkan hanya sosialisasi parpol. "Ini acara sosialisasi parpol bersama," kata Sigit.
Seperti diberitakan, berdasarkan Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013 tentang Pedoman Kampanye Pemilu Legislatif, kampanye dilarang memobilisasi anak-anak yang belum memiliki hak pilih. Pelanggaran terhadap aturan itu merupakan pidana pemilu.

Di Bandung, Biaya Menyapu Jalan Rp 25 Miliar, "Tipping Fee" Rp 13 Miliar

  • Minggu, 24 November 2013 | 10:14 WIB
Ilustrasi Sampah. KOMPAS.com/SUPARMAN SULTAN | KOMPAS.com/SUPARMAN SULTAN

BANDUNG, KOMPAS.com
- Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung, selama 2013 diperkirakan meraup Rp 20 miliar dari pendapatan jasa. Jumlah ini tidak lebih banyak dibanding subsidi dari Pemerintah Kota Bandungsebesar Rp 65 miliar. "Pendapatan PD Kebersihan ada kenaikan karena ada penyesuaian tarif sejak bulan Mei. Pendapatan tahun lalu sebesar 15 miliar," kata Direktur Utama PD Kebersihan Kota Bandung, Cece Iskandar, Sabtu (23/11/2013).
Cece mengatakan, subsidi dari Pemkot Bandung digunakan untuk pelayanan publik. Hanya saja, penyebutannya di mata anggaran sebagai bantuan subsidi.
"Kan ada pekerjaan-pekerjaan yang merupakan kewajiban Pemerintah Kota Bandung yang sifatnya pelayanan umum, misalnya untuk penyapuan jalan, sarana umum, dan kegiatan lainnya. Misalnya ada demo, pilkada, upacara dan sebagainya, itu yang membersihkan kami dan tidak ada yang membayar," ujar Cece.
Cece mengatakan, dari subsidi Pemkot Bandung ada juga untuk operasional PD Kebersihan. Pengeluaran PD Kebersihan, di antaranya digunakan penyapuan, pengumpulan sampah, pengangkutan hingga pembayaran tipping fee ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Di dalamnya juga termasuk gaji, pemeliharaan kendaraan dan sebagainya. Kalau dilihat dari penggunaannya, itu bukan subsidi semuanya. Itu juga membayar biaya pelayanan publik," ujar Cece.
Cece mengatakan, biaya penyapuan jalan bisa mencapai Rp 25 miliar dalam setahun. Biaya lainnya tipping fee Rp 13 miliar dan biaya pengangkutan Rp 34 miliar.
Menurut Cece, dalam sehari Kota Bandung memproduksi 1.100 ton sampah. Volume sampah di Kota Bandung bisa meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan tingkat ekonomi warga. "Hasil penelitian ITB, per orang memproduksi sampah 0,6 kilogram per hari. Hitungan kami berdasarkan itu," ujar Cece. (bb)

Dua Pengendara Motor Ditembak di Pasar Rebo

  • Penulis :
  • Robertus Belarminus
  • Minggu, 24 November 2013 | 11:09 WIB
Ilustrasi menembak. | Shutterstock

JAKARTA, KOMPAS.com - Tengah berboncengan motor di Jalan Raya Bogor Kilometer 29, depan Pom Bensin Gandaria, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Sabtu (23/11/2013) pukul 22.00, dua orang ditembak orang tak dikenal. Diduga pelaku hendak merampok motor.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, korban penembakan tersebut yakni TA dan RZ, warga Jakarta Timur, yang tengah menumpang motor Honda CS One. Keduanya ditembak saat dalam perjalanan hendak membeli aksesoris kendaraan bermotor.

"Dalam perjalan, saudara RZ yang sedang dibonceng ditarik kaosnya oleh pelaku berjumlah dua orang yang (juga) mengendari motor," kata Rikwanto, melalui pesan singkatnya, kepada Kompas.com, Minggu (24/11/2013).

Merasan ditarik bajunya oleh salah satu pelaku, sambung Rikwanto, RZ kemudian meminta TA yang saat itu tengah mengemudikan motor untuk mempercepat laju kendaraan. Pada saat itu, pelaku, menurut Rikwanto, terus mengejar dan membuntuti korban sampai di depan Pom Bensin Gandaria.

"Di depan Pom Bensin Gandari, terdengar letusan (tembakan) sebanyak 2 kali," ujar Rikwanto.

Kedua korban belum menyadari bahwa dua letusan tersebut diarahkan pelaku kepada mereka. Korban masih berusaha menghindari kejaran pelaku namun terjatuh di Pom Bensin Cimanggis dengan kondisi kaki sudah mengeluarkan darah.

"Melihat ada orang jatuh, warga sekitar membawanya ke RS Bhayangkara Brimob Kelapa Dua Cimanggis," ujar Rikwanto.

Rikwanto melanjutkan, TA mengalami luka tembak pada betis kaki sebelah kanan dengan proyektil peluru masih bersarang. Sementara rekan korban, RZ juga mengalami luka tembak yang menembus betis kaki sebelah kanan pula.

Menurut Rikwanto, kedua korban hingga kini masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Brimob Kelapa Dua. Sedangkan kasus itu ditangani Polsek Pasar Rebo dan juga Polsek Cimanggis karena terjadi di perbatasan dua wilayah hukum kepolisian yang berbeda.

Kamis, 21 November 2013

TEMPAT MAGANG
hai guys bagi kamu anak multimedia yang belum mendapatkan tempat magang,kamu dapat mencarinya disini.
DAFTAR NAMA DUNIA INDUSTRI SEBAGAI PATNER PRAKTEK KERJA INDUSTRI

NO NAMA PERUSAHAAN ALAMAT

1 TVKU Jl. Nakula I No. 5-11

2 Asean Photography Imam Bonjol 137 Semarang

3 Avand Garde Lamper Mijen 319 K Lamper Tengah

4 Axel Studio Manggis IV No. 2B

5 Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Jl. Raya Semarang Kendal KM. 12

6 Bahari Digital Printing Debong Tegal

7 Balai Pengembangan Multimedia Bendan Ngisor

8 Bandara Ahmad Yani Jl. Puad Ahmad Yani, Semarang - 50145

9 Blaze Digital Photography Kyai Saleh No. 7

10 BPKP Jl. Raya Semarang Kendal KM. 12

11 Cakra TV Jl. Bukit Sari

12 Christopherus Jl. Sompok Lama

13 CV Global media Jl. Imam Bonjol

14 CV IC Media Jl. Sendangguwo Raya No. 8

15 CV. Cipta kharisma Graha Wahid C-9 Semarang

16 CV. Clique Photography Jl. Ngesrep Timur V No. 36

17 CV. MITZ Jl. Patriot 2 Semarang

18 Delicious Photography Jl. Hilir Sapta Marga Rt. 01/4

19 Dreamlight World Media Jl. Ki Sarino Mangunpranoto No. 18

20 Duwik Photography Jl. Hilir Sapta Marga II 27 A

21 Egsis Jl. Fatmawati Raya

22 Emprom Production Jl. Jolotundo II/47

23 Erlangga Photo Jl. Erlangga Timur No. 15 Semarang

24 Fast Advertising Majapahit 218 C

25 Flash Multimedia Jl. Durian Raya No. 100

26 Focus Advertising Jl. Menteri Supeno I Semarang

27 Fuji Film Jl. Brigjen Katamso No. 15 B

28 Good Speed Jl. Sriwijaya 45 A Semarang

29 Harian Semarang Komplek Pertokoan Johar

30 I Smart Printing Jl. Ngesrep Timur 5 No. 12

31 Indosat Pandanaran 131 Semarang 50134

32 Info Media Jl. Atmodirono I Semarang

33 Java Print Indonesia Jl. Imam Bonjol No. 71

34 Jurusan Kurikulum Teknologi Pendidikan (KTP)

Universitas Negeri Semarang Sekaran Gunungpati

35 Kedai Digital Jl. Wonodri Sendang Raya No. 1

36 Kirana studio Photo Jl. Gayamsari Selatan

37 Kodak 2000 Jl. MT Haryono No. 525

38 Lensa Photography Jl. Anjasmoro Rama No. 2

39 LPK Succes-com Jl. Puspowarno IX/3

40 LPMP Jawa Tengah Kyai Mojo 70 Srondol Wetan

41 Majapahit Photography Jl. Majapahit 70 Semarang

42 Mr. Loper Menteri Supeno No. 15

43 POP FM Semarang Jl. Gajah Raya No. 20 Semarang

44 PPMP UNNES Gedung H Sekaran Gunung Pati

45 Profesional Bonafide Jl. Abdurrahman Saleh 113

46 PT. Citra Almamater Baru Hanilo No. 8 Krapyak

47 PT. Televisi Semarang Indonesia Agus Salim Gedung SCJ Plaza Lantai VI

48 PT. Telkom Divre IV Pahlawan No. 10

49 PT. Wincom Fatmawati (Depan Ada Fatmawati)

50 PT. XL Axiata Tbk. Jl. A. Yani 130 B Semarang

51 RA Shooting Video & Photo Jl. Bledak Kantil V/5 tlogosari

52 Radio Dais Jl. Gajah Raya Semarang

53 Radio Sonora Jl. Pemuda

54 Radio Swara Semarang Jl. Bukit Putri No. 3 Bukitsari

55 RD. Bambang Photografi Jl. Raya Gajah

56 Redbee Advertising Jl. Kaligarang IIB

57 Riva Komputer Jl. Puspanjolo Barat VI No. 5

58 RRI Semarang JL. Ahmad Yani 144-146

59 Safir Studio Photography & Video Jl. Fatmawati Raya No. 53

60 Sentra Mitra Grafika Jl. Singosari VII No. 12

61 Spider Photography pancakarya, blok 53, no 321

62 Studio Foto Terang Jl. Kaligarang IIA

63 Studio Merdeka Jl. Fatmawati Raya No. 9

64 Toko Buku Merbabu Jl. Pandanaran

65 TV B Gedung SJC Plaza, Lt.6, Jl. H. Agus Salim

66 UNIMUS Jl. Kedung Mundu

67 Victory Image Printing Jl. Wonodri Baru No. 50

68 VIEW VIDEO WORKERS Imam Bonjol 137 Semarang

69 Yulliant Gallery Jl. Wiroto Raya No. 8 Krobokan

70 Zahra Production Jl. Tlogobayem I Semarang

71 Zharfan Property Jl. Tirtomukti Raya No. 1, Perum Graha Mukti,

Tlogosari,

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Modern Warfare 3